Erupsi GAK Berlanjut hingga Senin, 27 November Pagi
RICO ANGGARA
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sudah terjadi sejak Minggu 26 November 2023 berlanjut hingga Senin 27 November 2023. Tercatat 4 kali erupsi sudah terjadi pada Senin pagi.
Berdasarkan laporan magma.esdm.go.id erupsi terbaru pada Senin, 27 November 2023, pukul 09:32 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 1657 m di atas permukaan laut).
Dari pengamatan ini kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi 97 detik.
Tidak hanya itu, erupsi juga terjadi pada pukul 09:31 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 1157 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 79 mm dan durasi 39 detik.
Kemudian pada pukul 09:23 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 73 mm dan durasi 10 detik.
Erupsi juga terjadi pada pukul 08:17 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 8 detik.
Dengan adanya erupsi ini, masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.
Sebelumnya juga pada Minggu terjadi 4 kali erupsi GAK. Erupsi GAK terjadi pada pukul 21:08 WIB, pukul 20:54 WIB, pada pukul 19:48 WIB dan 12:28 WIB. (*)
Gunung anak Krakatau
GAK
gunung anak Krakatau erupsi
erupsi
gak erupsi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
