Squidward, Anak Muda, dan para Kelas Pekerja
lampung@rilis.id
-
Para kelompok anak muda yang diproyeksikan cepat atau lambat mungkin akan berumah tangga.
Dengan minimnya kesempatan pekerjaan yang berkualitas, bagaimana generasi muda yang akan menjadi pemimpin rumah tangga menghadapi tekanan bila persoalan dasar seperti kebutuhan pokok semakin tidak terjangkau.
Atau, kesulitan mengakses pendidikan dan layanan kesehatan yang bermutu dan biaya energi yang tidak lagi disubsidi.
Transisi pemerintahan akan selalu menghadirkan harapan baru sekaligus ketidakpercayaan akan perubahan nasib yang lebih baik.
Keterbatasan fiskal dan tuntutan efisiensi anggaran adalah gerbang awal ujian para kepala daerah se-Provinsi Lampung kelak.
Namun berangkat dari keterbatasan tersebutlah urgensi mengenai skala prioritas kian diperlukan.
Penulis meyakini, banyak tenaga kerja kita bukan merupakan kategori masyarakat miskin, namun keadaan Squidward dan kelompok kerja yang lain bisa dikategorikan sebagai kelompok aspiring middle class --jumlah kelompok yang paling dominan dari struktur demografi kita: kelompok yang rentan miskin dan sulit sejahtera.
Kompetensi pemerintah akan semakin dituntut. Serangkaian program yang tertuang dalam visi amat penting dipertanggungjawabkan kebermanfaatannya mengingat keterbatasan anggaran yang ada.
Penerima program social safety net akan dituntut untuk semakin diperluas sasarannya, namun fiskal yang terbatas tidak akan mampu membendung.
Kreativitas dan integritas pemimpin kian menjadi penentu mau dibawa ke mana arah kesejahteraan tenaga kerja kita.
Squidward
Anak Muda
Kelas Pekerja
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
