Satelit Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Jika dilihat dari segi teknologi, satelit ini akan dilengkapi teknologi kamera multispektral dan hiperspektral untuk menangkap informasi detail dari permukaan bumi, cocok untuk keperluan pemetaan pertanian, kehutanan, dan deteksi polusi.
Disebut juga teknologi kunci yang digunakan yakni SAR (Synthetic Aperture Radar), Optical Imaging (resolusi tinggi dan hiperspektral), dan AI-Based Image Processing. Selain itu, Real-Time Data Downlink System dan Cloud-Based Geospatial Analytics Platform.
Gubernur Mirza bahkan menyebut satelit ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah kendaraan, jumlah petani, hingga jumlah bangunan.
"Dengan satelit ini tidak perlu lagi cari data soal Lampung dan daerah lain. Bisa menghemat anggaran pembuatan studi kelayakan dengan berbagai data AI satelit," kata Gubernur Mirza belum lama ini.
Selanjutnya data yang digunakan juga menggunakan
algoritma AI yang mampu mengenali pola perubahan lahan, prakiraan cuaca mikro, hingga analisis pertumbuhan tanaman secara real-time.
Dengan menggunakan teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR), satelit ini mampu melakukan observasi meski dalam kondisi gelap atau tertutup awan.
Dengan adanya satelit ini disebut dapat memantau kondisi Lampung tidak hanya pertanian namun daerah yang berpotensi longsor dan banjir hingga kondisi pertanian seperti kesehatan tanaman, kebutuhan air, dan panen.
Tentunya alat ini sangat penting untuk Provinsi Lampung yang masih belum memiliki satelit tersebut.
Namun kita akan tunggu penerapannya pasca satelit ini mengorbit.
Satelit Lampung
gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
