Pengalaman Warga Lampung Gunakan Gas PGN: Lebih Hemat, Bayar Mudah, dan Selalu Tersedia
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Soal kendala, Deni mengaku 8 tahun memakai gas PGN tidak pernah ada kendala sama sekali. Pembayaran juga lebih praktis dan jumlah penggunaan bisa dicek melalui PGN Mobile.
“Tidak pernah ada kendala, justru lebih aman. Kalau pembayaran dimana saja bisa di Alfamart, Indomaret, kita biasanya pakai M Banking. Sekarang ada PGN Mobile, kita juga bisa lihat sendiri pemakaiannya per bulan berapa,” tutupnya.
Tak jauh berbeda dengan cerita Sarji, warga Jalan Karimun Jawa, Sukarame Bandar Lampung. Ia mengaku sudah 3 tahun jadi pelanggan gas PGN dan merasakan berbagai manfaat dari segi harga maupun efisiensinya.
“Kami hitung-hitung ini lebih murah dan tidak menyulitkan kalau kehabisan. PGN nggak mungkin habis, karena dia gasnya selalu stand by,” kata Sarji ditemui di rumahnya.
Perbandingannya, kata Sarji, sekitar 5 banding 3 jika dikonversi dengan tabung gas LPG. Ia juga menyebut tidak pernah ada kendala selama jadi pelanggan rumah tangga.
“Saya rasa nggak ada selama saya makai di sini. Saya pun tidak ada rasa khawatir karena saya pribadi memang sudah komunikasi dengan petugas jadi PGN. Ini gas ramah lingkungan, saya rasa selama pemakaian tidak mudah nyamberan,” bebernya.
Sarji memastikan kompor yang menggunakan gas PGN lebih awet dan kualitas api yang dikeluarkan juga bagus.
Soal biaya, ayah 3 anak itu menyebut per bulan hanya membayar Rp100 ribuan untuk kebutuhan rumah tangga.
Ia pun berharap ke depan akan semakin banyak masyarakat Lampung yang bisa menikmati layanan gas PGN.
“Semenjak saya gunakan gas PGN sebenarnya kompor malah lebih awet, kedua panasnya berimbang dengan gas biasa. Masyarakat perlu disosialisasi lagi karena masih ada yang takut kalau pakai gas ini tidak terkendali. Mudah-mudahan pelayanan PGN lebih bagus ke depan,” tutupnya. (*)
gas PGN
biaya gas PGN
PGN dan LPG
PGN Lampung
gas rumah tangga
gas bumi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
