Partisipasi Wanita Tani Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

30 Juli 2025 16:49 WIB
Perspektif | Rilis ID
Potret ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ditanami aneka sayuran oleh para wanita tani. Foto: Istimewa.
Rilis ID
Potret ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ditanami aneka sayuran oleh para wanita tani. Foto: Istimewa.

RILISID, Bandar Lampung — Oleh Dr. Irmayani Noer

Dosen Prodi Magister Terapan Ketahanan Pangan Politeknik Negeri Lampung

Lahan pekarangan, terutama di kawasan perdesaan, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai tempat budidaya pertanian, peternakan, dan perikanan.

Lahan pekarangan di perdesaan maupun perkotaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pertanian dalam arti luas, seperti menanam aneka jenis sayuran, tanaman obat atau herbal, tanaman hias, memelihara ternak, dan membudidayakan ikan.

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan produksi ini memberikan dampak luas. Antara lain peningkatan ketersediaan pangan rumah tangga, peningkatan pendapatan keluarga, perbaikan kualitas lingkungan (udara lebih segar dan suhu lebih nyaman), serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota keluarga.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Semangat Jaya merupakan salah satu contoh kelompok yang berhasil memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.

Kelompok ini berdomisili di Pekon Gading Utara, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Sejak tahun 2019, di bawah bimbingan PPL Nurpalina, M.Tr.P., mereka menanam aneka sayuran seperti bayam, sawi, dan kangkung di lahan pekarangan anggota kelompok.

Usaha budidaya sayuran ini telah terbukti mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan, terutama saat pandemi COVID-19 ketika banyak petani menghadapi kesulitan ekonomi.

Kini, KWT Semangat Jaya telah menjadi pemasok tetap sayuran organik ke salah satu supermarket lokal di Bandar Lampung. Sistem kemitraan penjualan ke supermarket ini menawarkan harga yang lebih tinggi dibanding pasar lokal (di pekon, kecamatan, atau ibu kota Kabupaten Pringsewu).

Selisih harga yang mencapai 40% ini menjadi motivasi bagi anggota KWT untuk semakin giat menanam sayuran di pekarangan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Ketahanan pangan

Polinela

Irmayani Noer

opini

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya