Teguhkan Peran Perguruan Tinggi Untuk Indonesia Emas, Refleksi HUT Kemerdekaan RI Ke-80
Fi fita
Bandar lampung
RILISID, Bandar lampung — Oleh:;Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., P.hD Rektor UIN RIL
Kemerdekaan bukan hanya momentum historis, tetapi juga amanah untuk terus membangun bangsa menuju cita-cita yang lebih tinggi.
Kemerdekaan Indonesia yang diraih 80 tahun lalu adalah hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa.
Namun, mempertahankan dan meneguhkan kemerdekaan di era modern memerlukan strategi pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Di sinilah relevansi dua dokumen strategis yakni Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menjadi agenda pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 dan Asta Protas Kemenag Berdampak.
Asta Cita merupakan delapan agenda besar pembangunan nasional yang menjadi panduan pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Agenda tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), transformasi ekonomi, pemerataan pembangunan, reformasi birokrasi, ketahanan lingkungan, serta penguatan demokrasi dan hukum.
Sementara itu, Asta Protas atau Asta Program Prioritas Transformasi Layanan Kementerian Agama adalah delapan langkah strategis Kemenag untuk memperkuat pelayanan publik di bidang keagamaan, pendidikan, dan kerukunan.
Di dalamnya terdapat penguatan moderasi beragama, transformasi digital layanan, peningkatan profesionalisme ASN, revitalisasi pendidikan keagamaan, penguatan tata kelola haji, layanan berbasis teknologi, pemberdayaan ormas keagamaan, dan pembinaan kerukunan umat.
Sinergi Asta Cita-Asta Protas Kemenag Berdampak
Uin ril
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
