Mahasiswa KKN Unila 'Sulap' Limbah Kotoran Jadi Berkah untuk Petani

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

4 Februari 2025 15:53 WIB
Inspirasi | Rilis ID
Proses pembuatan pupuk kompos dari kotoran kambing oleh mahasiswa KKN Unila. Foto: Ist
Rilis ID
Proses pembuatan pupuk kompos dari kotoran kambing oleh mahasiswa KKN Unila. Foto: Ist

RILISID, Bandar Lampung — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) menggelar program pemanfaatan kotoran kambing menjadi pupuk kompos di Desa Srimenanti, Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara.

Inovasi ini diprakarsai tim KKN yang terdiri dari Ali Ramadhan, Sherly Ayu Damayanti, Angel Fristi, Harista Syafira Aziza, Vera Maria Margaretha Sihotang, Shannen Dravine Rudico, dan Aisyah Ramadhani dengan bimbingan Dr. La Zakaria, S.Si., M.Sc.

Ali Ramadhan, selaku penanggung jawab program kerja menjelaskan alasan pemilihan program pembuatan pupuk kompos dari kotoran kambing.

Menurutnya mayoritas masyarakat di Desa Srimenanti adalah peternak kambing dan petani. Oleh karena itu, mereka ingin membantu mereka dalam mengelola limbah ternak menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Selain itu, pupuk kompos dapat meningkatkan kualitas tanah, mendukung pertanian organik, serta mudah dibuat dan diterapkan,” jelasnya, Selasa, 4 Februari 2025.

Ali juga menjabarkan proses pembuatan pupuk kompos yang dimulai dari persiapan alat dan bahan seperti ember, air, EM4, molase atau larutan gula merah, kohe (kotoran hewan), dedaunan, serta drum atau wadah.

“Pertama, kami membuat larutan dari EM4, gula merah, dan air. Kemudian, dalam wadah, kohe disiram dengan larutan tersebut lalu ditumpuk dengan dedaunan. Proses ini diulang hingga drum penuh, dan untuk hasil fermentasinya sebulan lagi baru jadi,” tambahnya.

Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap program ini juga sangat tinggi. Bahkan, alat dan bahan sebagian besar disiapkan oleh pihak desa, sehingga hasilnya bisa langsung dimanfaatkan.

Manfaat utama pupuk kompos dibandingkan pupuk kimia sangatlah berbeda, pupuk kompos lebih ramah lingkungan, tidak menyebabkan kerusakan tanah, dan mendukung pertanian organik

Sebelum adanya program ini, Sunardi mengaku bahwa kotoran kambing hanya dibiarkan atau dijual kepada pihak lain yang membutuhkannya. Ia pernah mencoba membuat pupuk kompos sebelumnya, tetapi terhenti karena keterbatasan lahan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

pupuk kompos

kotoran sapi

KKN Unila

mahasiswa Unila

Desa Srimenanti

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya