Mahasiswa KKN Unila 'Sulap' Limbah Kotoran Jadi Berkah untuk Petani
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Dengan adanya program ini, Sunardi sangat antusias karena manfaatnya besar bagi petani dan peternak di Desa Srimenanti.
“Tentu sangat bermanfaat, karena di desa ini banyak peternak kambing dan petani. Kotoran kambing bisa digunakan untuk membuat kompos, yang jauh lebih baik dibanding pupuk kimia,” kata dia.
“Prosesnya lebih singkat, hanya dalam sebulan sudah terlihat hasilnya, sedangkan pupuk kimia butuh waktu sekitar tiga bulan,” tutur Sunardi.
Namun, Sunardi juga mengakui tantangan utama dari produksi pupuk kompos adalah keterbatasan lahan untuk penyimpanannya. Ia berencana membagikan pupuk kompos yang dihasilkan kepada masyarakat sekitar.
“Nanti apabila pupuk komposnya sudah jadi, insyaallah akan dibagikan ke masyarakat entah satu orang seember atau bagaimana, karena menolong orang itu jangan tanggung-tanggung, harus totalitas,” ungkapnya. (*)
pupuk kompos
kotoran sapi
KKN Unila
mahasiswa Unila
Desa Srimenanti
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
