Kisah Inspiratif Wastoyo: Dari Pemburu Liar Jadi Pelestari Hutan di Tanggamus
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — “Saya masyarakat yang tinggal di pinggir hutan, karena keterbatasan ekonomi saya ikut aktivitas perburuan. Bertahun-tahun saya berburu rusa, burung, kemudian saya jual. Apa saja saya ambil dari hutan asal bisa jadi uang".
Itulah pengakuan dari Wastoyo, seorang warga yang tinggal di area hutan Ulubelu, Tanggamus yang dulu bekerja sebagai pemburu liar.
Wastoyo mengaku dulu merasa bangga dengan pekerjaannya, karena ia bebas mengambil apa saja dari dalam hutan dengan seenaknya. Sampai orang-orang memberi dia julukan mafia hutan.
Namun itu cerita lama. Kini Wastoyo 'tobat' dan beralih menjadi pelestari lingkungan dan pemimpin Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun di Area Ulubelu.
Cerita Wastoyo dari pemburu menjadi pelestari hutan itu sangat menginspirasi dan dibagikan dalam program ELOC Bestari di Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu.
Titik balik bagi Wastoyo terjadi ketika ia menghadiri sebuah forum sosialisasi konservasi. "Janganlah kamu melakukan kerusakan di muka bumi ini." menjadi pesan yang sangat berarti baginya
Pesan itu menyadarkannya akan dampak negatif dari aktivitas perburuan yang selama ini ia lakukan.
Sejak mendengar pesan penuh makna itu, Wastoyo pun mulai beralih, dari seorang yang berburu di hutan menjadi orang yang peduli akan kelestarian hutan.
Perjalanan Wastoyo sebagai pelestari hutan dimulai dengan upaya kecil-kecilan.
Dia mencoba untuk melakukan kegiatan-kegiatan konservasi dengan biaya sendiri.
PGE Ulubelu
PT Pertamina Geothermal Energy
Pertamina Lampung
pelestari hutan
Wastoyo
Tanggamus
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
