Jaga Aksi Tetap Damai Agar Pesanmu Didengar
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Siang itu, jalanan ibu kota penuh sesak oleh ribuan massa dengan spanduk terbentang, suara orasi menggema, dan yel-yel perjuangan dilantunkan berulang kali.
Udara panas tak menyurutkan langkah mahasiswa, buruh, hingga warga biasa yang ingin menyampaikan aspirasinya.
Awalnya, semua berjalan dengan tertib.
Barisan siswa duduk di aspal, orator menyuarakan tuntutan, dan aparat berdiri menjaga dengan wajah tegang.
Orang-orang lewat sempat menepi, sebagian bahkan mengacungkan jempol sebagai tanda dukungan.
Inilah wajah asli bersumpah: damai, berani, dan berharap.
Namun perlahan suasana berubah setelah muncul segelintir orang yang melempar botol dan batu.
Ada yang merusak pagar, ada pula yang menyalakan api di tepi jalan.
Dalam sekejap, orasi yang penuh semangat tenggelam oleh kobaran api dan kepulan asap.
“Kenapa harus begini?” bisik seorang mahasiswa yang masih memegang megafon.
Pringsewu
Aspirasi
bukan Anarki
jaga perdamaian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
