Ironi Banjir di Hari Sampah
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Memang masalah pengelolaan sampah di Bandar Lampung perlu perhatian serius. Belum lama ini Kementerian Lingkungan Hidup menyegel TPA Bakung karena pengelolaannya yang amburadul.
Kemudian viral lagi truk angkutan sampah di Bandar Lampung yang sudah tak layak rutin melintas di jalanan kota hingga mendapat komentar pedas dari netizen.
“Bikin JPO elit, ngurus sampah sulit,” begitulah salah satu komentar warga di medsos.
Menurut penulis, ada 3 poin penting yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah di Bandar Lampung. Mulai dari edukasi, ketersediaan sarana, dan system pengelolaan sampah yang memadai.
1. Edukasi Menyeluruh
Masyarakat Bandar Lampung harus benar-benar diedukasi secara menyeluruh terkait pengelolaan sampah secara rutin dan berkesinambungan.
Agar efektif, program edukasi ini bisa dijalankan oleh tingkatan pemda yang paling bawah, yaitu RT, RW dan juga kades/lurah. Edukasi dilakukan di tempat-tempat pertemuan warga. Bisa secara door to door agar pesannya tepat sasaran.
Edukasi ini penting dilakukan ke seluruh daerah, tapi paling utama adalah masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai atau pesisir pantai. Karena biasanya mereka yang seringkali membuang sampah langsung ke sungai
2. Bangun Sarana TPS
Setelah warga diedukasi secara massal, mulailah pemda menyiapkan tempat pembuangan sampah (TPS) di tiap kelurahan/desa. Pembangunan TPS ini harus merata dan dipastikan tidak ada daerah yang terlewatkan.
banjir Bandar Lampung
banjir Lampung
Opini
perspektif
hari peduli sampah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
