Ironi Banjir di Hari Sampah
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Bencana banjir besar kembali menerpa Kota Bandar Lampung pada 21 Februari 2025. Tapi tak banyak yang menyadari, pada tanggal itu bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.
Ironis memang. Di saat peringatan Hari Peduli Sampah, ribuan warga juga menjadi korban banjir yang dipicu tumpukan sampah.
Ya, pengelolaan sampah yang tidak maksimal menjadi salah satu pemicu banjir yang terus berulang di Kota Bandar Lampung.
Hal itupun diakui oleh Kepala Dinas PU Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso yang mengatakan banjir dipengaruhi sampah yang menumpuk saluran drainase hingga penyempitan sungai.
Kebiasaan membuang sampah ke selokan mengakibatkan air dengan cepat menggenang saat terjadi hujan deras.
Sayangnya meningkatkan kesadaan masyarakat tidak cukup hanya sekadar imbaun "buanglah sampah pada tempatnya."
Pemerintah daerah juga harus memastikan tempat sampahnya sudah tersedia di tiap lingkungan masyarakat.
Tapi sayangnya hal itu bertolak belakang dengan kondisi saat ini. Berdasarkan data BPS Lampung 2024, jumlah TPS di wilayah Lampung masih minim. Dari 2.654 desa/kelurahan, baru 299 yang punya TPS sendiri untuk menampung sampah warga.
Hal itu membuat banyak masyarakat membuang sampah sembarangan, termasuk di wilayah Bandar Lampung yang jumlah penduduknya mencapai 1,2 juta jiwa.
Berdasarkan laporan Walhi Lampung, budaya buang sampah ke sungai/laut justru karena TPS yang tidak tersedia di tiap kelurahan. Apalagi setingkat RT dan RW.
banjir Bandar Lampung
banjir Lampung
Opini
perspektif
hari peduli sampah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
