Demokrasi Dikebiri, DPR Selingkuh dengan Oligarki
lampung@rilis.id
-
Sebagai pasangan setia DPR, kita harus melabrak, jangan biarkan amanat rakyat dijualbelikan dalam forum-forum yang harusnya membicarakan persoalan rakyat banyak.
Praktik yang dilakukan DPR ini sejalan dengan fenomena melawan kotak kosong di berbagai daerah.
Koalisi besar yang disebut KIM Plus ingin jalan mulus. Harusnya semakin besar koalisi semakin banyak juga gagasan yang ditampilkan.
Semakin banyak gagasan harusnya semakin siap bertanding di daerah-daerah melawan siapa pun itu.
Toh previlage dari kemenangan Pilpres masih melekat pada koalisi tersebut.
Biarkan rakyat punya pilihan, biarkan rakyat memilih pemimpin yang lahir dari pertengkaran gagasan.
Jangan ambil hak rakyat dengan menyiapkan kotak-kotak kosong. Apalagi sampai melawan aturan agar anak sang raja bisa melenggang dengan sempurna.
Pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 bisa jadi pada Pilkada 2024 memilih calon lain yang tidak didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Bisa juga sebaliknya, yang di 2024 tidak pilih calon dari KIM di Pilpres, pada Pilkada ia memilih calon yang diusung koalisi Indonesia maju.
Segala konsekuensi itu bisa saja terjadi di negeri demokrasi ini. Biarkan rakyat memilih pemimpinnya dengan banyak pilihan, bukan dengan dipaksa menilai kotak kosong vs manusia.
Oligarki
DPR
MK
Kaesang
Jokowi
Pilkada 2024
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
