Dahulukan yang Utama!
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Proyek yang dirancang sejauh 2 Km inilah yang jadi pemantik kemarahan warganet. Proyek itu dianggap tidak penting, padahal ada masalah yang lebih urgent untuk ditangani, yaitu banjir.
Anggaran di Pemkot seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mitigasi bencana dan membangun berbagai infrastruktur pendukung. Seperti tanggul sungai, saluran irigasi, embung, tempat penampungan sampah hingga pengerukan sungai dangkal.
Hal itu sangat wajar disampaikan. Karena setiap kali terjadi hujan deras dan banjir, masyarakatlah yang jadi korban.
Banjir yang semakin sering terjadi harus menjadi perhatian serius pemda dalam merancang kebijakan pembangunan. Jangan malah membuat proyek yang hanya menghamburkan anggaran.
Selain itu, pemda juga perlu melakukan perbaikan terhadap tata ruang yang bisa meminimalkan potensi banjir, seperti penataan kawasan rawan banjir dan pemanfaatan ruang terbuka hijau untuk resapan air.
Pemkot Bandar Lampung juga harus mengevaluasi setiap program yang direncanakan apakah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil saat ini.
Sehingga dari evaluasi itu Pemkot bisa mendahulukan yang utama. Memprioritaskan pembangunan yang sesuai dengan urgensi yang ada.
Mitigasi bencana dan pembangunan infrastruktur pendukungnya harus menjadi fokus utama, mengingat ancaman banjir masih terus mengintai.
Pembangunan yang tidak sesuai prioritas justru akan merugikan masyarakat dan memperburuk keadaan.
Jangan sampai Pemkot hanya bisa menyalurkan bantuan saat warga sudah kehilangan semua harta benda, bahkan anggota keluarga. Bukanlah mencegah lebih baik daripada mengobati? (*)
mitigasi banjir
banjir Lampung
opini
banjir Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
