Waspada Banjir dan Kekeringan
lampung@rilis.id
-
Media dapat berperan sebagai penyampai informasi yang akurat, edukatif, dan inspiratif, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya mengatasi dampak buruk El Nino dan mengadopsi solusi-solusi yang telah diusulkan.
Dengan melibatkan kelima pihak tersebut, perencanaan ketahanan air dapat menjadi lebih holistik dan terintegrasi.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media akan memperkuat upaya mitigasi dampak buruk El Nino serta meningkatkan ketahanan air secara berkelanjutan.
Setelah Badai El-Nino yang menyebabkan kekeringan, maka curah hujan yang normalnya terjadi dalam pola angin muson Barat pada bulan Oktober sampai April akan mengalami perubahan.
Normalnya curah hujan akan merata dengan intensitas yang sedang pada bulan-bulan tersebut.
Namun akibat Badai El-Nino akan menyebabkan anomali curah hujan, yaitu dengan intensitas curah hujan yang besar pada jangkauan bulan yang pendek seperti yang telah dikabarkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati pada website bmkg.go.id.
Bahwa Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem antara bulan Januari dan Februari tahun 2024 ini.
Dengan peringatan ini maka pendekatan pentahelix harus segera diterapkan karena solusi akademisi di atas selain dapat menyelesaikan masalah kekeringan, juga dapat mengatasi masalah banjir yang saling terhubung dengan 5 pihak terkait. (*)
Ferial Asferizal
Waspada
Banjir
Kekeringan
opini
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
