Waspada Banjir dan Kekeringan
lampung@rilis.id
-
Teknologi yang dikembangkan oleh akademisi dapat berupa embung jika lahan yang tersedia cukup, menyediakan bioretensi (sumur resapan yang di atasnya ditutupi vegetasi), dan sumur resapan di setiap rumah untuk menjaga aquifer bebas (aliran air tanah dasar) tetap ada saat di musim kering.
Lalu, Rain Water Harversting/ Pemanenan Air Hujan (PAH) dengan menampung air yang ada di atap ke dalam tanki air melalui proses penyaringan/filtrasi. Sehingga, terdapat simpanan air yang dapat digunakan saat musim kering.
Juga lubang biopori yang diletakkan di lahan terbuka ataupun pada saluran air/drainase juga menjaga penyerapan air tanah agar sumber air aquifer tetap ada saat musim kering.
Atau dalam lingkup yang besar yaitu menerapkan sponge city dengan membuat banyak daearah resapan dengan tetap memperhatikan keindahan lahan.
Pihak ketiga adalah badan atau pelaku usaha yang menyediakan modal bagi petani dan masyarakat yang ingin menerapkan teknologi-teknologi tersebut.
Dalam hal ini, peran perusahaan swasta dan lembaga keuangan dapat menjadi mitra penting untuk menyediakan dana dan dukungan finansial guna memfasilitasi implementasi proyek-proyek ketahanan air.
Pihak keempat, yaitu masyarakat atau komunitas, memiliki peran yang sangat vital dalam menjalankan program ketahanan air.
Diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat dalam penerapan teknologi-teknologi tersebut, seperti pengelolaan embung di tingkat desa, pemanfaatan sumur resapan di tingkat rumah tangga, dan upaya konservasi air melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air juga dapat diwujudkan melalui program edukasi dan sosialisasi.
Pihak kelima, yaitu media, memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan membangun kesadaran publik terkait masalah kekeringan dan upaya mitigasi melalui program ketahanan air.
Ferial Asferizal
Waspada
Banjir
Kekeringan
opini
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
