Tantangan Hari Pendidikan Nasional di Masa Pandemi Covid-19
lampung@rilis.id
Meski begitu, ini tidak menyurutkan semangat kita sebagai mahasiswa yang dengan tridarma perguruan tingginya selalu berperan aktif dalam pendidikan serta bermasyarakat.
Mahasiwa dituntut dapat mengimplementasikan ilmu-ilmu yang ia dapat selama menempuh pendidikan dalam bentuk pengabdian ke masyarakat agar ilmu yang didapat bermanfaat serta berguna bagi masyarakat.
Namun demikian, masih banyak kekurangan yang terdapat pada sistem dalam jaringan (daring) ini. Begitu banyak tugas-tugas yang diberikan tenaga pendidik, proses belajar mengajar kurang efektif, serta tak semua siswa memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang dalam proses belajar daring.
Ini menjadi tantangan yang berat baik bagi siswa dan juga tenaga pendidik, yang mana ini semua menjadi tanggung jawab bersama.
Kesadaran dari diri kita sendiri sangat diperlukan karena tidak mungkin kita selalu disuapi. Kita harus mencari sendiri ilmu itu. Karena sadar serta ikhlas adalah kunci dalam menempuh pendidikan.
Pendidikan mampu melahirkan orang-orang optimistis karena sebutir optimisme lebih berharga daripada sekarung bakat terpendam.
Sedikit catatan, sepertinya pemerintah perlu meredesain kurikulum di setiap jenjang pendidikan sehingga tenaga pendidik bisa menjawab semua tantangan dalam kondisi apapun.
Ucapan Ki Hadjar Dewantara bahwa setiap orang harus mampu menjadi guru dan setiap rumah menjadi sekolah, terasa relevan dengan kondisi sekarang.
Sebab, belajar di rumah secara daring masih menjadi tumpuan utama pembelajaran di Indonesia saat ini. Semua orang menjadi guru untuk membantu belajar dan semua rumah menjadi sekolah untuk tempat anak menggali ilmu. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
