Strategi Hilirisasi dan Industrialisasi Pertanian

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandarlampung

6 Agustus 2023 18:24 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh Dr. Ir. Erwanto, M.S., Dosen Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Unila
Rilis ID
Oleh Dr. Ir. Erwanto, M.S., Dosen Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Unila

RILISID, Bandarlampung — Hilirisasi dan Industrialisasi Pertanian adalah topik focus group discussion (FGD) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung tanggal 31 Juli 2023 lalu.

FGD ini dilaksanakan untuk menjaring masukan dan aspirasi dari stakeholders dalam rangka menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Lampung tahun 2025-2045.

Sesungguhnya topik ini sering menjadi bahan diskusi, paling tidak selama 2 dekade terakhir. Namun, patut diakui implementasi hilirisasi dan industrialisasi pertanian tersebut banyak menghadapi hambatan di lapangan, sehingga keberhasilannya praktis tidak signifikan.

FGD diawali dengan arahan Kepala Bappeda yang berhasil dengan baik menjelaskan secara ringkas capaian serta problem dan prospek pembangunan ekonomi Provinsi Lampung.

Selanjutnya FGD diwarnai dengan beragam masukan dan aspirasi dari para peserta. Peserta FGD cukup lengkap, berasal dari unsur birokrasi, praktisi, dan akademisi dalam lingkup sektor pertanian dalam arti luas (tanaman pangan-hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan).

Saya menilai sebagian besar masukan yang disampaikan sangat baik dan bermakna. Karena itu, masukan tersebut perlu disintesis secara kritis agar kelak lebih mudah diakomodasi dalam dokumen RPJP.

Semua peserta sepakat bahwa hilirisasi dan industrialisasi pertanian harus dibangun di atas pondasi sektor hulu yang kuat. Karena itu semua permasalahan di hulu (budidaya) harus dapat diatasi dengan baik.

Selain mutu SDM pertanian, permasalahan tersebut juga meliputi daya dukung lahan, penyediaan sarana produksi (bibit, benih, pupuk, dan obat-obatan), pengelolaan sumber daya air, pengendalian hama penyakit, mitigasi perubahan iklim, pembiayaan usaha, panen-pascapanen, dll.

Harus diakui, sektor hulu ini masih perlu dibenahi dengan banyak inovasi teknologi, sehingga mampu menghasilkan produk pertanian yang bermutu secara efisien.

Hal lain yang mencuat dalam FGD adalah pertanyaan klasik mengapa hilirisasi dan industrialisasi pertanian berjalan tersendat-sendat. Walaupun sudah teragendakan dengan baik dalam dokumen perencanaan, tetapi pelaksanaannya di lapang sangat sulit.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

hilirisasi

industrialisasi pertanian

Dr. Ir. Erwanto

M.S

jurusan peternakan

fakultas pertanian Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya