Secangkir Kopi, Secercah Harapan
lampung@rilis.id
-
Di daerah-daerah penghasil kopi, seperti Jawa Timur (Dampit) produksi turun hingga 60% (kompas.id 31 Maret 2023, dan Sumatera Selatan (Pagar Alam) turun 70%, produksi kopi Lampung pun mengalami penurunan dikisaran 20-40%.
Sebagai produsen kopi nomor 2 di Indonesia, Lampung pada tahun 2021 memiliki luas areal tanaman kopi seluas 156 ribu ha dengan produksi mencapai 116 ribu ton dan produktivitas 743 kg/ha (Dinas Perkebunan Lampung, 2023).
Penurunan produksi kopi ini akan berpengaruh pada kesejahteraan dan penghidupan petani kopi Lampung.
Tetapi sebenarnya, penurunan produksi kopi di Provinsi Lampung ini terbilang lebih rendah dibandingkan provinsi sentra lainnya.
Hal ini terjadi karena Gubernur Lampung sejak tahun 2019 telah mendorong Dinas Perkebunan Provinsi Lampung untuk melakukan langkah-langkah antisipatif sehingga penurunan produksi kopi yang dialami Lampung tidak setinggi wilayah/provinsi lain.
Langkah-langkah yang telah dilakukan di antaranya:
1. Peremajaan tanaman kopi
Pada tahun 2019 Pemprov Lampung telah mulai mendorong untuk dilakukan peremajaan kopi di beberapa kabupaten sentra kopi, karena hampir 70% tanaman kopi di Lampung berumur di atas 30 tahun sehingga perlu diremajakan.
Dari tahun 2019 s/d 2023 telah dilakukan kegiatan peremajaan seluas lebih kurang 1.500 Ha.
2. Intensifikasi
Kopi Lampung
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
