Para Social Seller ”Kartini“ di Peradaban Informasi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Banyak wanita yang sukses melakukan social selling saat ini. Ukuran kesuksesan mereka di media sosial dapat dilihat dari jumlah pengikut atau penontonnya, jumlah pengikut tersebut mempengaruhi populeritas serta penghasilan sang social seller.
Sebut saja, contohnya wanita dengan akun medsos Tante Lala, wanita asal Manado yang membranding dirinya dengan nama Tante Lala, walaupun sebenarnya usianya baru 26 tahun.
Adalah seorang wanita asal Manado yang melakukan social selling dengan membuat ulasan-ulasan jujur tentang produk yang dijualnya dan ia kerap kali memarahi produsennya jika ada hal yang tidak sesuai, namun dengan begitu ia sukses meraih pendapatan berkisar 500 juta per bulan.
Kemudian selanjutnya ada wanita dengan akun CiCi Chania dan kucing Pororo nya, ia menjual baju kucing dengan harga dibawah 50 ribu Rupiah namun sangat laris terjual, sehingga dikabarkan bahwa ia berhasil mendapatkan pendapatan 30 sd 40 juta perbulannya.
Ilustrasi diatas mengenai dua orang wanita social seller yang sukses di media sosial adalah hanya dua contoh dari begitu banyaknnya wanita-wanita Indonesia saat ini yang telah berhasil menjadi mandiri secara finansial dan berhasil memperbaiki kualitas hidup diri, sehingga keberadaan mereka di social media menjadi sosok inspiratif bagi wanita lainnya di Indonesia.
Mereka para wanita yang sukses melakukan social selling di media sosial adalah wanita-wanita hebat, kreatif dan juga inovatif serta pantang menyerah untuk maju. Mereka adalah Para Kartini di era informasi.
Untuk semua wanita Indonesia, tetaplah semangat dalam meraih mimpi, layaknya Kartini yang selalu optimis dan pantang menyerah dalam berbagai kondisi dan situasi, tetaplah berjuang dan serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Selamat hari Kartini untuk para wanita Indonesia. (*)
Para Social Seller ”Kartini“ di Peradaban Informasi
Universitas Teknokrat Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
