Menyulap Sampah Plastik Menjadi Paving Block
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Biasanya sampah plastik dibuang sembarangan karena dianggap tak lagi bernilai. Tapi bagi Bank Sampah Hati Berseri asal Kota Metro, sampah plastik bisa dijadikan cuan. Disulap menjadi paving block berkualitas tinggi lalu dijual dengan harga yang kompetitif.
Paving block dari sampah plastik tak kalah dari produk yang terbuat dari semen. Bahkan jauh lebih kuat dan anti pecah.
Ketua Bank Sampah Hati Berseri, Mulyadi mengatakan cara membuat paving block dari sampah plastik yaitu dengan mengumpulkan sampah ke dalam wadah drum yang sudah dipotong.
Kemudian plastik dipanaskan menggunakan kompor gas hingga mencair, lalu dimasukkan ke dalam cetakan paving dan direndam di air.
“Untuk buat satu paving ini kita butuhnya 2 kilo sampah plastic, paling bagus itu bahannya dari plastik asoy. Jadi mau warna apapun plastiknya kalau sudah dipanaskan nanti melebur jadi warna hitam,” kata Mulyadi kepada Rilis.id, di acara bersih-bersih Pantai Harnas bersama PWI Lampung, Minggu (16/7/2023).
Sebelum dipanaskan, semua plastik terlebih dahulu dibersihkan agar tidak membawa benda lain. Seperti pasir, potongan kayu maupun sampah sisa makanan.
Untuk pembuatan 1 paving block, butuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit. Sementara harga jualnya dibandrol Rp140 ribu per meter atau setara 25 keping paving block.
“Sampah plastiknya kita beli dari masyarakat harganya Rp1.000 per kg, jadi kan butuh 50 Kg untuk kebutuhan 1 meter persegi. Berarti biayanya bahannya Rp50 ribu, sisanya itu (Rp90 ribu) yang untuk membayar upah pekerja dan prosesnya,” jelas dia.
sampah plastik
paving block
Bank Sampah
PWI Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
