Meningkatkan Daya Saing Lampung dengan Dynamic Governance
lampung@rilis.id
-
Pemerintah dapat menggunakan data dan analisis untuk memprediksi tren dan perubahan yang akan terjadi.
Kemudian melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan dan program yang dilaksanakan.
Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang dilakukan masih relevan dan efektif.
Tidak kalah pentingnya adalah membangun kolaborasi pentahelix untuk memperoleh berbagai pandangan ide dan gagasan dan menghasilkan kebijakan yang disruptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Institusi dituntut untuk terus-menerus memasukkan persepsi, refleksi, dan pengetahuan baru ke dalam aturan, kebijakan, dan struktur. Sehingga, mereka bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan (Neo & Chen, 2007).
Pada intinya DG akan melahirkan penyelenggaraan pemerintahan yang dinamis atau tidak kaku, tidak terjebak pada aktivitas rutinitas, dan terus melakukan perbaikan.
Juga melahirkan ide dan gagasan baru, responsif terhadap keluhan masyarakat, pelayanan yang cepat, penyesuaian kebijakan secara fleksibel, visioner, kreatif, dan inovatif.
DI berbasis digital merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan sektor industri dan perdagangan di Lampung.
Penggunaan teknologi di era digitalisasi saat ini dalam sektor industri dan perdagangan dapat membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, aksesibilitas, inovasi, daya saing, dan menciptakan peluang baru serta memperluas pangsa pasar.
Kebijakan yang dilakukan dan dioptimalkan dalam implementasi digitalisasi sektor industri dan perdagangan di antaranya membentuk forum pentahelix serta kebijakan insentif fiskal dan non fiskal.
Lampung
Bandar Lampung
Lampung Barat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
