Menguji Taji KPK Menghadapi ’Kanjeng Ratu’
lampung@rilis.id
Pada umumnya dia menampakkan diri hanya untuk memberi isyarat peringatan akan datangnya suatu kejadian penting.
Merujuk dari kedua penggambaran terhadap sifat sosok Kanjeng Ratu di Lampung, Pulau Jawa, dan Bali, semoga Kanjeng Ratu yang disebut dalam sidang lanjutan kasus Mustafa sama sifatnya meski objek dan alur ceritanya berbeda.
Jika kesaksian yang disampaikan beberapa saksi terkait Nunik dalam sidang kasus Mustafa tidak benar, bisa saja Nunik mengambil langkah hukum dengan melaporkan mereka kepada pihak berwajib. Karena selain menyampaikan cerita bohong juga merugikan citra baiknya.
Tapi, ini kita lihat Nunik nampak santai. Mengapa dia tidak melaporkan mereka ke pihak berwajib?
Sebagai masyarakat Lampung, kita berharap KPK bisa memegang teguh independensi dan tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi di tanah air. Termasuk debt collector partai politik yang bertugas menarik mahar politik di setiap momentum pilkada.
Mampukah KPK di bawah kepemimpinan Irjen Pol Firli Bahuri menguak dugaan keterlibatan Nunik dalam pusaran kasus Mustafa? Dengan segala kerendahan hati, saya ucapkan pada KPK, selamat menghadapi Kanjeng Ratu dengan segala kekuatannya. Salam. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
