Mengolah Kulit Kakao Jadi Kue dan Kerupuk di Desa Pekondoh Pesawaran
Tampan Fernando
Bandarlampung
“Di Desa Pekondoh, kami melatih warga mengembangkan produk yang sebelumnya hanya limbah menjadi produk pangan,” ujar Amalia.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan workshop yang disampaikan oleh dosen Teknologi Pangan dengan keilmuan Rekayasa dan Pengolahan Pangan, M Rizky Ramanda.
Dalam materinya Rizky menyampaikan, rasa pahit dari kulit kakao disebabkan oleh tannin. Namun rasa pahit itu bisa dikurangi dengan beberapa proses pengolahan, yaitu perebusan, pengukusan dan fermentasi.
Kegiatan juga diisi dengan praktik pembuatan cookies dan krupuk kulit kakao.
Praktik pembuatan produk diawali dengan penjelasan bahan baku dan bahan tambah yang digunakan kemudian dilanjutkan dengan tahap demi tahap pembuatan produk.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap Desa Pekondoh dapat mengembangkan usaha produk-produk olahan kulit kakao. Produk tersebut nantinya dapat menjadi produk khas Lampung yang terus dikembangkan dan dipasarkan secara luas,” harapnya.
Kepala Desa Pekondoh Firli, mengapresiasi kegiatan tersebut. Peserta dalam kegiatan ini sekitar 30 orang yang berupakan ibu-ibu kader dari Desa Pekondoh. (*)
kulit kakao
pengolahan makanan
Itera
teknologi pangan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
