Mengenal Lebih Jauh tentang Sariawan

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

8 Juni 2023 12:29 WIB
Kolom | Rilis ID
Oleh: drg. Erni Gultom, MHSM. Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo
Rilis ID
Oleh: drg. Erni Gultom, MHSM. Ilustrasi: Rilisid Lampung/Kalbi Rikardo

Sariawan merupakan penyakit peradangan berupa adanya luka berbentuk bulat atau oval yang terdapat pada bagian dalam dinding mulut.

Sariawan ini merupakan kelainan yang dapat dikategorikan sebagai stomatitis aftosa rekuren (SAR), yaitu apabila seseorang mengalami kejadian tersebut berulang kali dalam satu waktu. Hal ini dapat terjadi karena karena sifat dan kondisi tubuh seseorang berbeda-beda, beberapa individu lebih rentan mengalami SAR meskipun tanpa faktor predisposisi yang jelas sekalipun.

Bentuk luka sariawan berupa ulkus dangkal, berbentuk bulat, nyeri, bagian tengah ditutupi pseudomembran warna kuning keabu-abuan atau berwarna putih kekuningan, dan juga memiliki batas kemerahan yang jelas sebagai tanda terjadinya peradangan. Bila terjadi sariawan, penderita akan merasa nyeri sehingga sulit makan.

Ukuran sariawan yang kecil dapat berlangsung selama 1–2 minggu tanpa ada bekas jaringan parut. Sedangkan, ukuran sariawan yang besar dapat berlangsung lebih dari enam minggu dan meninggalkan bekas jaringan parut ketika sembuh.

Adapun gejala-gejala yang muncul apabila Anda menderita peradangan mulut atau sariawan adalah berupa rasa nyeri sehingga terkadang penderita kesulitan untuk makan dan minum.

Apa penyebab sariawan?

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab utama dari sariawan. Namun, beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya sariawan adalah faktor sistemik, genetik, trauma lokal, faktor imun, agen bakteri, sensitivitas terhadap makanan dan bahan kimia, stres, trauma kimiawi, infeksi virus atau bakteri, alergi makanan, defisiensi nutrisi, dan faktor hormonal.

Faktor lain juga berperan dalam terjadinya kelainan ini. Yaitu penghentian merokok tembakau, rendahnya zat besi atau defisiensi vitamin B (asam folat atau B12).

Beberapa wanita yang menderita sariawan juga dihubungkan dengan turunnya tingkat progesteron pada fase luteal siklus menstruasi, dan faktor kehamilan.

Beberapa faktor yang berhubungan dengan gigi dan berperan dalam timbulnya sariawan pada rongga mulut adalah terjadinya cedera atau kerusakan pada lapisan dalam mulut yang biasanya terjadi karena bibir tergigit secara tidak sengaja, gigi terlalu tajam, memakai kawat gigi, atau mengunyah makanan keras, dan kesalahan menggosok gigi.

Menampilkan halaman 2 dari 7

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Sariawan

Stomatitia

Penyakit

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya