Mengenal Lebih Jauh tentang Sariawan
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pernahkah Anda mengalami sakit atau luka pada bibir dan pipi bagian dalam? Barangkali hampir setiap orang pasti pernah mengalaminya, baik berat maupun ringan. Itulah yang sering disebut sariawan atau dalam bahasa medis dikenal dengan Stomatitia.
Sariawan adalah kelainan yang biasa terjadi pada dinding bagian dalam mulut. Bisa ada di bibir atas atau bawah, lidah atau langit-langit mulut. Hal ini ditandai dengan bercak luka berwarna putih kekuningan.
Umumnya sariawan terjadi disebabkan oleh kekurangan vitamin, tidak sengaja tergigit lidah (biasanya pada saat makan), kurang menjaga kebersihan mulut, adanya peradangan, dan stres.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sariawan merupakan masalah kesehatan mulut tertinggi yang terjadi pada masyarakat, konon mencapai sampai 42,7 persen dari berbagai golongan usia.
Namun, penyakit itu paling sering menyerang anak-anak dan dewasa. Juga ditemukan bahwa sariawan lebih banyak ditemukan pada wanita dan anak perempuan dibanding pria dan anak laki-laki.
Penderita mulai menunjukkan gejala di usia 10-19 tahun. Tingkat keparahan dan frekuensi kemunculan akan meningkat setelah penderita berusia 30 atau 40 tahun ke atas. Gejala-gejala biasanya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.
Meski penyakit ini sama sekali tidak membahayakan jiwa dan tidak menular, tetapi sariawan yang sering terjadi tentu akan merasa terganggu.
Gejala dan tanda-tanda sariawan
Sariawan
Stomatitia
Penyakit
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
