Membangun di Atas Batu
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji
— Setiap pencapaian pantas mendapatkan apresiasi. Seperti juga peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekretariat PWI Mesuji di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjungraya, Senin (07/11/2022). Semua berjalan sukses.
Sebab momen ini adalah sebuah sejarah. Sejarah tentang mendirikan suatu bangunan di atas batu. Batu pertama disusun dengan batu berikutnya. Ditata sedemikian rupa menjadi pondasi yang membentuk dasar yang kuat, kokoh dan tidak tergoyahkan. Menjadi tumpuan dari satu gedung dapat berdiri.
Sehingga bangunan yang berdiri diatasnya tidak diragukan lagi kekuatannya. Karena berpijak di atas pondasi yang kokoh.
Ada ungkapan mengatakan berbahagialah orang yang mendirikan bangunan di atas batu. Karena saat datang hujan, kemudian banjir. Lalu topan badai melanda bangunan itu, ia akan tetap tegak berdiri. Sebaliknya, jika orang yang mendirikan bangunan di atas pasir. Sekali banjir datang menghantam robohlah bangunan itu dan hebatlah kerusakannya.
Dari peristiwa peletakan batu pertama dan ditambah ungkapan di atas, ada hal yang dapat dijadikan pengingat bagi semua anggota organisasi pers terbesar di Mesuji itu.
Pertama, bahwa batu-batu itu berbicara tentang kepercayaan (Trust). Kepercayaan kepada insan pers. Kepada PWI terkhusus di Kabupaten Mesuji. Karena rangkaian proses hingga bisa sampai pada peletakan batu Sekretariat PWI Mesuji ini, dipastikan adalah buah dari perjalanan panjang organisasi PWI Kabupaten Mesuji yang berdiri sejak Tahun 2011 lalu.
Seperti batu-batu yang tersusun itu, satu persatu kepercayaan itu disematkan ke tiap-tiap mitra kerja PWI baik di pemerintahan maupun swasta terlebih kepada masyarakat yang ada di Bumi Ragab Begawe Caram. Hingga menuai hasil. Yakni pembangunan sekretariat hari ini.
Itu sebabnya yang terjadi hari ini bukan sekadar meletakkan batu, sesungguhnya yang diletakkan itu adalah kepercayaan. Kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun oleh setiap anggotanya dari awal berdiri organisasi sampai hari ini. Trust ini harus tetap dijaga juga dipertahankan dengan mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan masyarakat. Sebagai wujud pengabdian kepada publik dengan berpijak pada batu kebenaran. Sehingga terwujudlah pers yang menyuarakan kebenaran.
Jika tidak, maka sama seperti mendirikan bangunan di atas pasir. Sekali badai datang, bahkan jangankan hujan badai, gerimis saja, langsung roboh bangunan itu. Karena tidak berpijak pada pondasi kokoh, yakni kepercayaan dan kepentingan public. Tapi pasir. Pada kepentingan dan keuntungan diri sendiri.
Kini, proses membangun sekretariat sedang berlangsung. Seperti ungkapan “Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke tepian,” dapat menjadi penyemangat bagi setiap anggota PWI Kabupaten Mesuji untuk menyelesaikan sekretariat yang diberi nama “Swara Pangeran Muhamad Ali” itu.
sekretariat PWI Mesuji
pemkab mesuji
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
