Kolaborasi Rilis.id
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Pastinya, kami pun sempat berkunjung ke kediamannya. Bercengkerama bersama istrinya: Mba Eva. Dan dua anaknya: Bima dan Dana.
Melalui tulisan ini, saya pun ingin menyampaikan beberapa kebijakan strategis. Yang dilakukan manajemen Rilisid Lampung.
Setelah melakukan pergantian ”mesin” web di Juni 2021, kami terus melakukan kolaborasi. Terutama dengan platform-platform informasi. Dengan kecanggihan artificial intelligence. Yakni, sebuah sistem komputer yang bisa meniru cara berpikir manusia, dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Hingga saat ini, selain berkolaborasi dengan Facebook melalui fanpage-nya, serta Instagram dan Babe, kami juga sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan platform informasi Hello, RCTI+, tiktok dan buddyku yang dikembangkan oleh MNC Group.
Sehingga, semua berita yang terbit di Rilisid Lampung, juga terbit di platform-platform informasi tersebut.
Menurut kami, kolaborasi itu memang harus dilakukan, di era disrupsi informasi saat ini. Yang meluluh lantakkan media konvensional: Koran.
Banyak perusahaan media yang sudah bertahun-tahun berdiri dengan sistem yang hebat, tiba-tiba punah. Bisa jadi itu karena mereka tak cepat adaptif. Pun proaktif. Juga inovatif. Dalam menyikapi era disruptif.
Nah, menurut manajemen Rilisid Lampung, perwujudan dari adaptif, proaktif, dan inovatif itu adalah: kolaboratif!
Kami sangat sadar, dalam menghadapi era disruptif, kami tak boleh kompetitif. Kolaboratif harus selalu dikedepankan. Bahkan kami menilai, di era ini, tak menjadi ”haram” ketika harus berkolaborasi dengan kompetitor.
Tengok saja perusahaan taksi Bluebird. Dulu perusahaan ini adalah raja taksi di Jakarta. Tapi, akhirnya harus rela berkolaborasi dengan kompetitornya: Go-car. Saya yakin, jika itu tidak lakukan, Blue Bird pasti akan tinggal nama.
Wirahadikusumah
Kolaborasi Rilis.id
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
