Kisah Sukses Petani Kopi Lampung: Terapkan Sistem Pagar, Hasil Panen 2 Ton per Hektare
Tampan Fernando
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat
— Seorang petani kopi bernama Supriyono dari Desa Sekincau, Kabupaten Lampung Barat berhasil menaikkan produksi kopinya melalui sistem pagar.
Sistem ini merupakan metode penanaman kopi secara berjajar dan rapat, dengan jarak tanam sekitar 1 meter antar tanaman dalam satu baris.
Dulunya, hasil panen kopi Supriyono hanya di kisaran 500 sampai 700 kilogram per hektar per tahun.
Setelah menerapkan sistem pagar, kini ia bisa menghasilkan hasil panen yang sangat signifikan, hingga 2 ton per hektar per tahun.
Supriyono telah menerapkan sistem pagar di kebun kopinya sejak tahun 2019. Ia mengaku berhasil meningkatkan produktivitas kopinya dengan sistem ini.
"Saya menerapkan sistem pagar di kebun kopi arabika saya seluas seperempat hektar dan hasilnya sangat memuaskan. Dari lahan seperempat hektar ini bisa menyamai produksi kebun 1 hektar dengan sistem penanaman tradisional," kata Supriyono.
Ia pun berharap, semakin banyak petani kopi di Lampung yang menerapkan sistem pagar.
“Dengan begitu, produksi kopi Lampung bisa meningkat dan kesejahteraan petani kopi bisa meningkat," kata Supriyono.
Keberhasilan Supriyono ini pun mendapat apresiasi dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Yuliastuti mengatakan Pemprov Lampung mendukung petani kopi untuk menerapkan sistem pagar.
sistem pagar
tanaman kopi
petani kopi
Kopi Lampung
Dinas perkebunan Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
