Karya dari Balik Jeruji

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

27 April 2024 16:09 WIB
Inspirasi | Rilis ID
Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Sorta Delima Lumban Tobing saat 'memborong' produk hasil karya warga binaan lapas. Foto : Tampan Fernando/Rilis.id
Rilis ID
Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Sorta Delima Lumban Tobing saat 'memborong' produk hasil karya warga binaan lapas. Foto : Tampan Fernando/Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Berbagai kerajinan tangan, mulai dari souvenir sulam tapis, ukiran kayu hingga berbagai jenis roti tersusun rapi di meja bazar halaman Lapas Narkotika Kelas IIA, Way Huwi Lampung Selatan, Sabtu (27/4/2024). Bukan produk dari pabrik, berbagai kerajinan ini adalah ‘karya dari balik jeruji.’ Yaitu hasil keterampilan warga binaan atau narapidana di lapas Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Lampung.

Para warga binaan sudah berhasil membuat berbagai kerajinan yang kualitasnya tidak kalah jika dibandingkan dengan produk yang dijual di pasaran. Ada begitu banyak hasil karya yang ditampilkan. Mulai dari berbagai jenis tas motif sulam tapis dan sulam usus, topi, selendang, kotak tisu, dan souvenir kain lainnya.

Ada juga kerajinan kaligrafi, miniatur mobil dan kapal, lukisan wajah, bingkai, hiasan dinding, kerajinan bambu, hingga roti dengan berbagai rasa. Soal harga, karya-karya ini dibandrol bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu Rupiah. Tergantung jenis souvenir dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya.

Dengan keterampilan yang dimiliki, diharapkan dapat menjadi bekal hidup saat warga binaan selesai menjalani masa hukuman. Tak hanya membuka usaha, keahlian dalam berkarya juga bisa jadi modal untuk melamar kerja di dunia industri.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung, Sorta Delima Lumban Tobing mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menyiapkan warga binaan dengan keterampilan. Sehingga mereka dapat memberikan dampak positif saat bebas dari lapas.

“Kita memang mengadakan pelatihan kemandirian bagi warga binaan sehingga hasil karya mereka bisa memberikan nilai ekonomi ketika kembali ke masyarakat,” kata Sorta Delima usai upacara HUT Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Bandar Lampung.

Tak hanya membuat kerajinan, para warga binaan lapas juga dilatih berbagai keterampilan lain. Seperti memasak, pangkas rambut, salon, pijat refleksi, termasuk seni tari, music dan lainnya.


“Harapannya hasil pelatihan kemandirian di dalam Lapas bisa dipraktekkan dan bisa diterima di tempat kerja. Kalau terlalu lama di dalam tembok (lapas) tapi tidak diberikan kemandirian akan gagap saat kembali ke tengah masyarakat,” tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

karya dari balik jeruji

Kemenkumham Lampung

Sorta Delima Lumban Tobing

Lapas Narkotika Bandar Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya