Inovatif, Petani Kakao di Lampung Kini Bisa Hasilkan Produk Bubuk Coklat Sendiri
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Jika selama ini petani kakao di Lampung masih menjual biji mentah, kini sudah ada yang berhasil memproduksi bubuk coklat secara mandiri.
Dia adalah Nasrudin, petani kakao sekaligus Ketua Poktan Sido Rukun V, Desa Suka Agung, Kecamatan Bulog, Tanggamus.
Produk bubuk coklat yang dihasilkan Poktan Sido Rukun V dipamerkan di acara Festival Pertanian Lampung di Hotel Sheraton, pekan lalu.
Bubuk coklat ni menjadi bukti keberhasilan hilirisasi di sektor perkebunan Lampung yang berdampak positif bagi para petani.
Nasrudin menyebut produk bubuk coklat yang dihasilkan mencapai 100 Kg per bulan. Sementara pemasarannya secara online melalui media sosial.
“Estimasi produksi itu mesin kita sekali proses 2 kg selama 30 menit. Jadi kalau full proses per bulan 100 Kg. Itu kita pasarkan di Facebook dan pembelinya berasal dari Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Beksi dan daerah-daerah lain,” kata Nasrudin kepada Rilis.id, Jumat (29/9/2023).
Nasrudin menyebut keberhasilan petani di Lampung memproduksi biji kakao jadi coklat bubuk adalah satu prestasi, karena tidak semua daerah bisa melakukannya.
Namun ia mengakui masih banyak hal yang harus disupport oleh pemda dan instansi terkait.
Pasalnya dari sisi produksi masih sangat terbatas, dan produk yang dihasilkan baru sebatas bubuk coklat, belum sampai pada olahan siap konsumsi seperti coklat batangan atau permen.
“Mesin yang kita punya masih skala kecil dan manual belum otomatis. Kita produksi pakai dongkrak. Harapan kita bisa dapat yang lebih modern supaya hasilnya lebih banyak dan lebih bagus,” harapnya.
bubuk coklat
petani kakao
tanggamus
penghasil coklat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
