Heboh Bank Lampung
Wirahadikusumah
RILISID, — Akhirnya rasa penasaran saya terobati. Itu setelah saya mendatangi Bank Lampung. Senin (20/1/2020) siang.
Hari itu saya memang sengaja mendatangi kantor pusat bank pelat merah itu. Yang berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara, Bandarlampung itu.
Tujuannya untuk tabayyun. Mengkonfirmasi berita yang beredar. Selama sepekan belakangan ini. Tentang Bank Lampung.
Yang heboh dikabarkan bakal bangkrut. Tetapi masih mengeluarkan bonus kinerja tahunan atau tantiem. Kepada karyawan, direksi, dan jajaran komisaris bank tersebut.
Jujur. Awalnya saya sempat berprasangka buruk. Terpengaruh atas pemberitaan tentang Bank Lampung. Yang massif sekali.
Saya sempat bertanya dalam hati: kok mau bangkrut, masih mengeluarkan bonus tahunan kepada komisaris, direksi dan karyawan?
Sepatutnya, bonus tahunan itu dikeluarkan jika perusahaan untung. Ada laba. Yang laba itu diberikan jika perusahaan mencapai target. Atau melebihi target.
Saya pernah merasakan bonus tahunan. Saat masih bekerja di SKH Radar Lampung. Kadang bonus itu dikeluarkan. Kadang juga tidak. Bergantung dari pencapaian laba perusahaan. Tentu keluarnya juga setelah mendapat persetujuan. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
Karena rasa penasaran itu, akhirnya saya memutuskan menyambangi Bank Lampung. Paginya saya sudah menghubungi Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank Lampung Ahmad Jahri. Melalui telepon.
Saya memang mengenalnya. Ia adalah senior saya. Di Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Juga di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
