Corona Bukan Virus Dengue
lampung@rilis.id
Tetangga dua kasus itu pun sebetulnya belum tentu berisiko tertular karena virusnya sudah tidak ada, apalagi keduanya sudah masuk RS Soelianti Soeroso. Maka masyarakat perlu dikendurkan rasa takut apalagi kepanikannya.
Hari ini supermarket diserbu, masker diserbu, sungguh sangat tidak masuk akal sehat medis. Karena kurang memahami bagaimana virus menular, banyak sikap tingkah laku dan ulah seperti bukan orang medis. Termasuk otoritas Depok yang melakukan fogging seolah virus corona dianggap sama dengan DB dengue (meminjam foto Kang Erry Amanda).
Fogging kan untuk nyamuk, bukan untuk virus. Virus mana pun tidak mati dengan fogging, melainkan dengan kekebalan tubuh, atau dengan obat antivirus kalau sudah tersedia, selain disinfektan.
Lagi pula umur virus tidak panjang, mungkin hanya beberapa jam. Pemberian disinfektan pun sebatas pada jejak yang ditempeli virus dari pasien atau pengidap, termasuk pada tubuh orang tersangka positif membawa virus.
Anjuran konsumsi jahe dan kunir dan ramuan juga viral sekarang sehingga menjadi bias, seolah corona bisa dilawan dengan jahe dan kunir dan sejenisnya. Tidak mungkin, karena tidak masuk akal medis.
Bahwa jahe dan kunir (baca: curcumin) mampu meningkatkan daya tahan tubuh memang betul. Cara kita menyikapi musim corona hanya dapat dengan cara melakukan peningkatan kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan, namun bukan untuk pengobatan.
Hampir pasti corona tidak bisa dilawan dengan jahe dan kunir, hanya karena zat berkhasiat dalam jahe dan kunir membuat tubuh lebih kebal sehingga tidak mudah tertular saja. Juga tidak masuk akal orang di luar Depok tempat domisili dua kasus positif bermukim semua bisa tertular. Bahkan tetangganya pun tidak perlu bermasker.
Lucu kalau semua orang Indonesia di semua kota latah memakai masker sehingga harganya puluhan lipat, bahkan ketika sedang di dalam rumah sendiri pun tetap memakai masker sungguh tidak nalar. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
