Childfree, Kemerdekaan terhadap Perempuan

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

16 November 2022 14:23 WIB
Perspektif | Rilis ID
Nuril Kusuma Saputra, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ilustrasi: Pixabay.com
Rilis ID
Nuril Kusuma Saputra, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ilustrasi: Pixabay.com

Menurutnya, anak adalah tanggung jawab yang bersifat selamanya. Jadi, dalam memutuskan hal tersebut orang tua harus memiliki kesiapan yang luar biasa.

Cinta Laura juga menjadi salah satu public figure yang menyatakan untuk melakukan childfree dengan alasan populasi dunia saat ini sudah terlalu banyak. Jadi, ia lebih memilih untuk melakukan adopsi anak-anak yang terlantar dibandingkan memiliki anak secara biologis.

Pernyataan-pernyataan public figure mengenai childfree ini menjadikan pola pikir anak-anak muda Indonesia berubah. Mereka menjadi lebih terbuka bahwa menikah untuk memiliki anak bukan suatu keharusan yang wajib mereka laksanakan.

Terutama perempuan, pilihan childfree menjadi hak atas diri mereka bahwa mereka tidak harus diperlakukan seperti layaknya ’mesin penghasil anak’.

Tujuan memiliki anak dalam pernikahan dianggap sudah tidak relevan oleh beberapa anak muda saat ini. Pernikahan memiliki tujuannya masing-masing dan kebahagiaan yang masing-masing pula, tidak dapat disamaratakan.

Namun, childfree harus juga menjadi hal yang diperbincangkan dengan pasangan. Ketika menikah maka kehidupannya menjadi milik bersama. Segala keputusan, pilihan, semuanya harus dikomunikasikan berdua.

Childfree menjadi sebuah ’kemerdekaan’ bagi perempuan. Karena mereka yang diharuskan mengandung dan melahirkan, sebelumnya mereka tidak memiliki pilihan lain.

Meskipun pilihan childfree ini juga dapat ditemukan pada pria, kebanyakan berkembang pada diri perempuan. Alasan yang mendasari pilihan tersebut berbeda-beda, mulai dari soal kesiapan, trauma, karir, atau pendidikan.

Ada perempuan, misalnya, memilih untuk melakukan childfree karena takut memperlakukan anaknya seperti apa yang ia terima sewaktu kecil. Artinya, memiliki anak juga dipengaruhi oleh kesiapan diri seseorang dalam memiliki keturunan.

Tanggung jawab anak bukan soal mengandung dan melahirkan, melainkan komitmen besar yang harus dilakukan selamanya. Jadi, childfree menjadi kemerdekaan bagi perempuan untuk tetap menjalani pernikahan seperti yang mereka impikan. (*)

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

childfree

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya