PWI Lampung Gelar Diskusi Kebudayaan Daerah sebagai Identitas Nasional
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Menurutnya, kebudayaan daerah bukan sekadar bagian dari kekayaan bangsa, tetapi merupakan jantung identitas nasional.
“Di sinilah pentingnya menjaga kesinambungan nilai, bahasa, tradisi, dan ekspresi lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah derasnya perubahan sosial dan kemajuan teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, forum tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa budaya adalah kekuatan, bukan hanya sumber kebanggaan, tetapi juga landasan membangun karakter, mempererat persatuan, serta memandu arah pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Ganjar juga menekankan pentingnya peran media massa dan media sosial dalam pelestarian serta penguatan budaya lokal.
“Media bukan sekadar penyampai pesan, tetapi juga cermin dan pengarah nilai-nilai. Maka, membangun masyarakat yang melek budaya dan cakap bermedia adalah langkah strategis untuk memastikan nilai-nilai luhur tetap mengakar sekaligus menjangkau dunia global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Lampung menempatkan kebudayaan sebagai pilar utama dalam visi pembangunan daerah. Melalui berbagai kebijakan dan program, pemprov terus mendorong pelestarian cagar budaya, penguatan bahasa dan seni daerah, pengembangan museum, festival, serta ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Semua ini diarahkan untuk memperkokoh identitas lokal, membina karakter generasi muda, dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat secara berkeadilan,” pungkasnya. (*)
PWI Lampung
identitas budaya
budaya Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
