Paus Sastra Lampung Awali 2025 dengan 'Satu Ciuman, Dua Pelukan'
Gueade
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Produktivitas sastrawan berjuluk Paus Satra Lampung, Isbedy Stiawan ZS seakan tak ada habisnya.
Baru saja menjuarai Lomba Cipta Puisi ASEAN 2024, penyair 66 tahun ini mengawali 2025 dengan kumpulan puisi.
Buku dengan penerbit Adapustaka ini diberi tajuk 'Satu Ciuman, Dua Pelukan' (Januari 2025).
Buku yang menghimpun 70 puisi dan terbagi dua bagian, dieditori penyair Mahwi Airtawar, yang sekaligus memberi catatan penutup.
Mahwi Airtawar yang merupakan penyair asal Madura juga lah yang memilih penerbit untuk buku puisi ini.
Sementara Ketua Umum Satupena Pusat dan penggagas puisi esai, Denny JA, memberikan catatan pembuka.
“Denny juga memfasilitasi penerbitan buku puisi saya ini,” ungkap penyair kelahiran 5 Juni ini, Selasa (31/12/2024).
Pada kata pengantar penyair, Isbedy menerangkan, puisi merekam apa yang tak mampu dicatat dan diucap oleh manusia.
Dengan kata lain, puisi menulis sesuatu yang barangkali tak sebangun kenyataan.
Menurut Bang Is --sapaannya, citraan dalam puisi itulah yang mesti direngkuh dan direbut. Sebab, imajinasi dalam puisi lahir dari sesuatu tak kasat mata.
Isbedy Stiawan ZS
Puisi
Lampung
Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
