Ken Setiawan: Isra Mi’raj Transformasi Manusia dari Ibadah Spiritual Menuju Realitas Politik

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

11 September 2025 14:00 WIB
Humaniora | Rilis ID
Ken Setiawan: Isra Mi’raj Transformasi Manusia dari Ibadah Spiritual Menuju Realitas Politik. Foto: Ist
Rilis ID
Ken Setiawan: Isra Mi’raj Transformasi Manusia dari Ibadah Spiritual Menuju Realitas Politik. Foto: Ist

Puncaknya, Quraisy berkonspirasi untuk membunuh Nabi hingga akhirnya turun perintah hijrah ke Madinah.

Menurut Ken, titik balik perjuangan Nabi terjadi pada Isra Mi’raj di usia 53 tahun. Dari situlah agama mulai diaktualisasikan dalam realitas politik melalui rukun Islam.

“Rukun Islam bukan sekadar ritual, melainkan strategi perjuangan melawan penindasan,” jelasnya.

Ken memaparkan makna rukun Islam dari perspektif sosial-politik:

Syahadat: deklarasi perlawanan dan loyalitas umat kepada Nabi sebagai pemimpin perubahan.

Shalat: bukan hanya ibadah, tapi juga kampanye, komunikasi massal, dan sarana pengorganisasian masyarakat.

Zakat: distribusi kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat.

Puasa: latihan solidaritas sosial, bentuk perlawanan terhadap sistem yang menindas dengan berbagi kepada kaum miskin.

Haji: kongres lintas suku dan bangsa, simbol kesetaraan dan persatuan dalam perjuangan.

Jika masyarakat mampu memahami makna Isra Mi’raj dan rukun Islam dalam perspektif lintas agama, Ken meyakini perdebatan antaragama seharusnya tidak lagi terjadi.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Ken Setiawan

ajaran Islam

terorisme

roadshow Indonesia Damai

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya