Kadisperpusip: Buku Berbasis Budaya Lampung Langka
Gueade
Bandar Lampung
"Ayo kita tulis, meskipun hanya selembar dua lembar. Karena jika tidak, anak cucu kita akan kehilangan arah dan budaya," ingat Risky.
Bimtek ini, harap Risky, menjadi pemicu lahirnya lebih banyak karya yang mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya Lampung.
“Jangan sampai anak cucu kita kehilangan jejak budaya Lampung. Itulah sebabnya kita mesti menulis,” tutupnya.
Bimtek ini menghadirkan dua pembicara, yakni Fitri Angraini dan Fitri Restiana. Keduanya adalah pegiat literasi dan sastra di Lampung.
Fitri Angraini berbicara tentang menulis puisi dan cerpen, sementara Fitri Restiana yang dikenal penulis cerita anak-anak mengetengahkan cara menulis esai.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 60 peserta ini nantinya diharapkan melahirkan karya sastra berbasis budaya Lampung. (*)
Disperpusip
Lampung
budaya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
