GP Ansor Gelar Diskusi Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme, Hadirkan Ken Setiawan

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

20 Agustus 2025 07:00 WIB
Humaniora | Rilis ID
GP Ansor Gelar Diskusi Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme, Hadirkan Ken Setiawan. Foto: istimewa.
Rilis ID
GP Ansor Gelar Diskusi Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme, Hadirkan Ken Setiawan. Foto: istimewa.

RILISID, Bandar Lampung — Dalam upaya memperkuat kerukunan dan semangat kebangsaan, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung Utara akan menggelar diskusi kebangsaan bertajuk “Pencegahan Radikalisme Bagi Keutuhan Bangsa”.

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2025 di Pondok Pesantren Daarul Khair, Kotabumi, Lampung Utara.

Selain menghadirkan Ken Setiawan, eks aktivis radikalisme yang kini aktif menyuarakan perdamaian, GP Ansor juga mengundang perwakilan dari MUI, Polres, Kesbangpol, Kemenag, tokoh budaya, serta tokoh lintas agama se-Kabupaten Lampung Utara.

Ketua GP Ansor Lampung Utara, Hidrikal Mukroh, menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman nyata bagi keutuhan bangsa dan kedamaian masyarakat.

“Di era digital yang serba cepat ini, penyebaran paham ekstrem bisa terjadi secara masif dan tersembunyi, bahkan menjangkau lapisan masyarakat yang sebelumnya tidak terpapar. Lampung Utara sebagai wilayah strategis tentu juga berpotensi menghadapi ancaman tersebut,” ujarnya.

Menurut Hidrikal, forum diskusi ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk mencegah berkembangnya paham radikal dan intoleran.

Upaya pencegahan, kata dia, tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan, melainkan membutuhkan peran aktif tokoh agama, masyarakat, pendidik, pemuda, hingga seluruh elemen warga.

Kehadiran Ken Setiawan dianggap penting karena pengalamannya yang unik. Dahulu ia pernah terlibat dalam gerakan radikal, namun kini justru aktif mengkampanyekan toleransi lintas agama.

Ia kerap diundang berbicara di berbagai forum, mulai dari masjid, gereja, vihara, pura, klenteng, hingga komunitas penghayat kepercayaan.

“Dulu Ken dikenal sangat anti terhadap toleransi. Namun kini ia mampu berdamai dengan saudara-saudara yang berbeda keyakinan. Bahkan ia berani menyampaikan pernyataan fenomenal bahwa Islam bukan agama baru, melainkan rekonstruksi dari ajaran Taurat dan Injil,” terang Hidrikal.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Ken Setiawan

ajaran Islam

terorisme

roadshow Indonesia Damai

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya