Digelar Bulan Depan, Lampung Fashion Tendance 2025 Akan Diikuti 5 Negara
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Desainer luar negeri saja sangat antusias berpartisipasi meski biayanya tidak kecil. Karena itu, desainer Lampung tidak boleh ketinggalan,” katanya.
Selain peragaan busana, LFT 2025 juga menghadirkan exhibition dengan 30 booth produk kriya, UMKM, dan fesyen.
Saat ini, masih tersedia tiga booth untuk pelaku usaha yang berminat bergabung. Panitia menargetkan lebih dari seribu penonton hadir selama dua hari pelaksanaan.
“Ini bukan sekadar pertunjukan mode, tetapi juga sarana menggerakkan ekonomi kreatif pengrajin dan pelaku usaha lokal,” tambah Una.
Koordinator acara, Aris, menyebutkan bahwa LFT 2025 akan memperkenalkan beragam jenis wastra Lampung, termasuk sulam jelujur khas Pesawaran.
“Persiapan sudah mencapai 90 persen. Kami ingin memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya bisa dipadukan dengan inovasi fesyen,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Laila Mida, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini juga mengusung semangat inklusivitas.
“Kami melibatkan banyak model dan desainer tuna rungu, termasuk siswa SMK dan SLB, untuk menampilkan karya berbasis budaya Lampung,” ungkapnya.
Dengan menghadirkan desainer lokal, partisipasi internasional, pameran UMKM, serta pelibatan talenta disabilitas, LFT 2025 diyakini akan menjadi panggung mode spektakuler yang mengangkat citra Lampung ke tingkat nasional maupun internasional. (*)
Lampung Fashion Tendance
fashion show
desainer lampung
baju khas Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
