Buku Puisi Isbedy Dibedah di Unpad, Ipit: Ketenangan Bicara Kematian

Gueade

Gueade

Bandar Lampung

6 Agustus 2025 21:12 WIB
Budaya | Rilis ID
Foto: ist
Rilis ID
Foto: ist

Selain bedah buku puisi yang diterbitkan Lampung Literature 2025 ini, ia berharap ada pembacaan puisi dan performa art dari buku ini.

“Mungkin saya akan baca satu puisi. Lalu, Fitri Angraini dan kemungkinan Ipit Saefidier mau mengalihwahanakan ke musik. Kita lihat saja di sana,” lanjutnya.

Menurut penyair asal Lampung yang terbilang produktif di antara seangkatan, puisi-puisi dalam buku ini ditulisnya masa 2022 sampai 2025.

Tidak hanya membicarakan maut (kematian), tapi lebih kompleks; kepulangan (mudik), cinta, juga masalah kehidupan (sosial) sehari-hari.

Dicontohkan, puisi “Sajaksajak Pendek Ditulis Ketika Kau Menungguku Tiba (Tentang Mudik)” bukan sekadar potret dari mudik setiap Idul Fitri.

“Di situ saya juga bicara kenangan semasa kecil bersama ibu atau keluarga. Saya juga bicara soal pasar bagi pertemuan entitas sosial. Dan tema-tema lain, yang saya yakini sangat dekat dan karib bagi saya,” jelasnya.

Isbedy menambahkan, bedah buku puisi “Menungguku Tiba” bukan soal pribadinya, melainkan kepenyairan (seniman) Lampung.

“Kesertaan saya dalam acara di Unpad, jelas membawa nama (seniman) Lampung. Tak bisa dipungkiri,” ucap Isbedy.

Ia mengatakan itu, mencermati tak adanya peran lembaga seni di daerahnya yang berpikir ekosistem kesenian di luar lingkaran lembaga.

“Ekosistem berkesenian dibangun dan dijaga justru bagi seni (seniman) yang hidup di luar lembaga,” tegasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Bedah Buku

Puisi

Isbedy Stiawan ZS

Unpad

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya