Walhi Lampung: 30 Bukit di Bandarlampung Rusak, Sisa Tiga yang Utuh

Sulaiman

Sulaiman

Bandarlampung

17 Juli 2021 13:49 WIB
Humaniora | Rilis ID
Potongan gambar webinar kajian lingkungan hidup bersama HMJ ilmu Pemerintahan Unila, Jumat (17/7/2021).
Rilis ID
Potongan gambar webinar kajian lingkungan hidup bersama HMJ ilmu Pemerintahan Unila, Jumat (17/7/2021).

Irfan menerangkan, yang dimaksud dengan keberlanjutan lingkungan yakni pembangunan harus mampu menghindari eksploitasi.

Juga mampu memelihara sumberdaya yang stabil, fungsi lingkungan, keanekaragaman hayati, stabilitas ruang udara, dan fungsi ekosistem lainnya, yang tidak termasuk kategori sumber ekonomi. 

"Sementara keberlanjutan sosial diartikan sebagai sistem yang mampu mencapai kesetaraan, menyediakan layanan sosial termasuk kesehatan, pendidikan, gender, dan akuntabilitas politik," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Pemerintahan Unila Darmawan Purba, menyebut akibat hilangnya kawasan konservasi dan masifnya aktivitas ekploitasi lahan bukit di Bandarlampung, muncul berbagai macam bencana, baik tanah longsor hingga bencana banjir. 

"Tercatat hingga tahun 2019 tingkat kerusakan bukit di Kota Bandarlampung mencapai lebih dari 80 persen mulai dari rusak ringan, sedang, hingga  berat," ujarnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Bukit rusak di Bandarlampung

gunung bandarlampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya