Temu Seni Performans Indonesia Bertutur: Mitos Sebagai Model Pengetahuan

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandarlampung

6 Agustus 2023 16:19 WIB
Budaya | Rilis ID
Salah satu kegiatan Temu Seni Performans, di kawasan Budaya Ulluan Nughik, Tubaba pada tanggal 29 Juli - 4 Agustus 2023. Foto : Ist
Rilis ID
Salah satu kegiatan Temu Seni Performans, di kawasan Budaya Ulluan Nughik, Tubaba pada tanggal 29 Juli - 4 Agustus 2023. Foto : Ist

Kemudian Syahrullah (Samarinda), Shuko Sastro Gending (Magelang), Alghifahri Jasin (Makassar), Impoe (Tuban), Hanif Alghifary (Bogor), Tamarra (Yogyakarta), Riyadhus Salihin (Bandung), Susan (Lampung Barat), Gilang Anom Manapu Manik (Bandung), Anisa Nabilla Khairo (Padang), Soemantri Gelar (Jakarta) dan Enny Asrinawati (Depok).

Seniman terpilih telah melakukan residensi mandiri di Cagar Budaya atau Warisan Budaya Tak Benda di wilayah masing-masing, dengan harapan para seniman bisa menciptakan karya berbasis riset dan juga memiliki materi sebagai bahan bandingan selama Temu Seni di Tubaba.

Rangkaian kegiatan berupa presentasi hasil riset, diskusi kelompok, kunjungan situs (Pugung Raharjo dan Las Sengoq), sarasehan dan presentasi akhir yang bisa disaksikan oleh publik.

Pada sarasehan yang digelar hari Kamis 3 Agustus, dengan pembicara Umar Ahmad (pendiri Menuju Tubaba) dan St Sunardi (Univ Sanata Dharma), terungkap beberapa hal penting.

Umar memaparkan bagaimana Tubaba bertumbuh dari hasil pendengarannya berdasarkan mitos-mitos lama: Ulluan Nughik, Las Sengoq dan Penyiloan. Bagi Umar mitos-mitos tersebut bukanlah sesuatu tanpa makna.

Dengan mempertimbangkan konteks pada awal mula Tubaba dibangun, tepatnya saat Tubaba dijuluki sebagai kota “Bukan-bukan”: bukan lintasan dan bukan tujuan.

Tapi melalui mitos, dan pertemuannya dengan banyak orang, Umar membuat mitos-mitos tersebut menjadi visi yang produktif.

St Sunardi, mengapresiasi apa yang telah dilakukan Umar. Bagi filsuf yang berasal dari Yogyakarta, Tubaba bukanlah sekedar tempat.

Melainkan ruang yang memiliki energi, karena di Tubaba kerja kebudayaan bukan semata mengutamakan aspek wadagnya, melainkan aspek dinamik, yakni proses menjadinya.

Nardi mengilustrasikan satu kerja seni dari maestro Laeonardo Da Vinci, yang mencipta karya bukan semata memiesis satu benda melainkan mengambil spirit burung untuk penciptaan karyanya.

Menampilkan halaman 2 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

kawasan Budaya Ulluan Nughik

Tulangbawang Barat

Temu Seni Performans

Umar Ahmad

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya