Teknokrat dan Brigif 4 Marinir/BS Perkuat Pendidikan Bela Negara
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Dr. HM Nasrullah Yusuf menyatakan pentingnya pendidikan bela negara untuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
"Pendidikan bela negara sangat penting untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di kalangan pemuda," kata Nasrullah dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2020).
Karenanya, Teknokrat sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik (PTS) di Lampung dengan akreditasi A dan baik sekali itu akan terus memperkuat pendidikan bela negara dengan Brigif 4 Marinir/BS.
"Ini merupakan model pendidikan bela negara pertama yang diselenggarakan atas kolaborasi perguruan tinggi dan Marinir di luar resimen mahasiswa,” ujar Nasrullah.
Penguatan pendidikan bela negara sudah dicanangkan Teknokrat bekerjasama dengan Brigif 4 Marinir/BS sejak setahun yang lalu.
Menurut Nasrullah, kunjungan silaturahmi pada 29 September merupakan kunjungan balasan atas silaturahmi yang telah dilakukan Brigif 4 Marinir/BS ke kampus Teknokrat beberapa waktu lalu.
Rektor menambahkan kerja sama pelatihan pendidikan bela negara ini merupakan kelanjutan dari kunjungan 60 mahasiswa berprestasi Universitas Teknokrat Indonesia ke Brigif 4 Marinir/BS pada tahun lalu.
"Pada tahun lalu, 60 mahasiswa berprestasi diundang oleh Danbrigif dalam rangka pendidikan bela negara. Mereka dikenalkan dengan alutsista, mengendarai kendaraan perang tank dan searader. Dengan pengenalan lingkungan tersebut harapannya mahasiswa terbangun rasa nasionalisme dan termotivasi untuk bela negara,” paparnya.
Wakil Ketua Umum Forum Rektor Indonesia itu berharap silaturahmi akan semakin memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan institusi TNI, terutama dalam pendidikan bela negara, ketahanan pangan, dan peningkatan mutu sumber daya manusia.
"Hubungan ini harus terus dijaga untuk memperkuat proses pendidikan di Universitas terutama dalam hal penguatan kesadaran bela negara bagi mahasiswa," ungkapnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
