Riski, Remaja Yatim Tinggal Bersama Nenek Diberi Sepeda Wakil Wali Kota

Default Avatar

Anonymous

Metro

6 Maret 2020 17:48 WIB
Humaniora | Rilis ID
 Wakil Wali Kota Metro Djohan memberikan sepeda untuk Riski Amelia. Foto: Rilislampung.id/Haris Riyanto
Rilis ID
Wakil Wali Kota Metro Djohan memberikan sepeda untuk Riski Amelia. Foto: Rilislampung.id/Haris Riyanto

RILISID, Metro — Wakil Wali Kota Metro Djohan memberikan sepeda untuk Riski Amelia (14) warga RT 14 RW 03 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat.

Diketahui, Riski harus berhenti bersekolah di kelas 1 SMP lantaran terkendala biaya.

”Ini Riski ini baru masuk kelas satu SMP baru enam bulan berhenti karena terkendala biaya, dan terkendala sekolah dia jauh dari rumah. Ini dinas pendidikan juga hadir dan akan membantu Riski agar bisa bersekolah kembali,” kata Djohan usai mengunjungi rumah Riski, Jumat (6/3).

Dikatakanya, Kota Metro yang mempunyai visi sebagai Kota Pendidikan seharusnya jangan sampai ada anak yang masih usia sekolah tetapi tidak bersekolah. Terlebih, jika putus sekolah tersebut lantaran tidak mempunyai biaya. 

”Ini yang harus kita pantau bersama. Pemerintah siap membantu anak yang putus sekolah, apalagi anakanya masih mau untuk bersekolah. Mudah-mudah kedepan tidak ada lagi anak putus sekolah di Kota Metro ini,” katanya. 

Menurut Djohan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro akan mencarikan sekolah yang paling dekat dengan rumah Riski, agar anak tersebut lebih untuk bersekolah. 

”Tadi sudah oleh dinas pendidikan untuk mencari sekolah yang terkdekat dari sini. Mulai Senin depan dia akan sekolah di SMP Muhammadiyah 3 Metro. Untuk seragam dan keperluan lain sudah dibantu,” ucapnya.

Selain membantu agar Riski kembali bersekolah, Djohan juga memberikan bantuan sepeda agar bisa digunakan anak tersebut untuk bersekolah.

Riski Amelia tinggal bersama neneknya, Kasidem (90). Ayahnya meninggal saat usianya masih kecil, ibunya juga pergi meninggalkannya. 

Dalam kesehariannya Riski Amalia ikut dengan neneknya berjualan nasi urap. Hal ini ia jalani mulai pukul 02:00 WIB dinihari dan di waktu siang iapun harus membatu pamannya yang mengalami stroke. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Adi Pranoto
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya