Presiden hingga Gubernur Tagih Sederet Janji Karomani
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — 100 hari masa kerja pasca dilantik menjadi Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof Karomani menuai tak sedikit kritik dari lembaga kemahasiswaan.
Presiden Mahasiswa Unila, Irfan menagih apa yang sudah ditandatangani calon rektor pada saat debat di Graha Kemahasiswaan dalam Kitab Suci Janji Rektor Unila. Salah satunya, hak pelayanan dasar mahasiswa.
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan ini mengatakan, pelayanan hak dasar seperti toilet yang tidak layak, budaya memberikan dosen makanan ketika seminar, dan janji rektor untuk merenovasi Graha Kemahasiswaan sebagai sentra gerakan mahasiswa juga tidak nampak ada tanda-tanda pembangunan.
"Pelayanan dasar hak mahasiswa menjadi sorotan penting, belum bicara jauh menyongsong Top Ten University, namun fasilitas kemahasiswaan dan budaya memberikan hadiah ke dosen masih menjadi tradisi," ucap Irfan, Kamis (27/2/2020).
Senada Irfan, Ketua Lembaga Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas menyoroti empat permasalahan yang belum bisa terselesaikan oleh Prof. Karomani.
Diantaranya, keamanan kendaraan yang terintegrasi oleh sistem portal yang belum berfungsi, tidak siapnya Unila menghadapi transformasi sistem informasi akademik generasi baru, fasilitas umum dan fasilitas kemahasiswaan yang tidak diperdulikan, dan tidak adanya dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan di Unila.
Gubernur FKIP Unila, Eko menambahkan dari keempat masalah yang sudah disebutkan diatas, antara lain tentang baju kuliah kerja nyata yang baru tersedia H-7 sebelum kepulangan mahasiswa dan menurunnya peringkat mahasiswa versi Webometrics dari 15 turun ke peringkat 28.
"Menurunnya peringkat Unila dari 15 terjun bebas ke 28 versi Webometrics, sangat jauh bermimpi untuk jadi top Ten university, walaupun versi 4ICU kita peringkat 7, namun kita tunggu versi Kemendikbud," ucap Eko.
Di lain tempat Wakil Gubernur Fakultas Teknik Unila Atika mengatakan bahwa pengelolaan fasilitas umum yang tidak optimal dan tidak adanya peningkatan anggaran untuk kegiatan kemahasiswaan.
"Fasilitas umum dan fasilitas belajar yang kurang memadai, dan soal dana kegiatan mahasiswa masih saja sulit," ucap Mahasiswi Teknik Kimia 2017 ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
