Pisang Goreng Pembawa Maut Merenggut Tiga Nyawa
Adi Herlambang Saputra
Metro
Ia juga mengungkapkan ada sebuah kejadian janggal pada magrib di hari suaminya meninggal itu. Pintu rumahnya ada yang mengetuk pada saat itu. Padahal suaminya sudah izin dengannya sejak pukul 16.00 WIB.
"Saya nggak tau itu apa. Cuma saya menduganya itu almarhum yang ingin memberikan tanda," kata dia.
Padahal, kata Agustina, kondisi suaminya sehat dan tidak ada penyakit satu pun. Naas, racun yang berada dalam pisang goreng yang dimakannya akhirnya merenggut nyawanya.
Diketahui, Ade Novriadi (34) merupakan salah satu korban dari pisang goreng diduga mengandung racun.
Ia meninggal setelah memakan pisang goreng yang disuguhkan saat takziah di rumah pamannya.
Sebelumnya, dua keluarganya telah meninggal lebih dulu juga akibat pisang goreng maut. Mereka merupakan sepasang lanjut usia bernama Dikin (80) dan Tayem (75).
Keduanya merupakan warga Totokaton, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Dari informasi yang dihimpun, Dikin lebih dulu meninggal dunia pada pukul 14.30 WIB, lalu disusul oleh pasangannya Tayem pada pukul 15.00 WIB.
Tragedi pisang goreng tersebut memakan tujuh korban. Tiga meninggal dunia dan empat lainnya dirawat di Rumah Sakit RSUD Ahmad Yani.
Salah satu korban yang selamat, Agus Juliarto (34), mengatakan saat memakan pisang tersebut, ia merasakan pahit.
Setelahnya, ia langsung memuntahkan pisang itu. Namun tak disangka, ada bagian kecil dari potongan pisang itu sudah masuk ke dalam tubuh Agus.
Berita Metro
Pisang Goreng
Keracunan
Maut
Punggur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
