Pariwisata Lampung Masih Tertinggal dari Daerah Lain, Bobby Irawan Ungkap Penyebab

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandarlampung

26 Mei 2023 10:09 WIB
Humaniora | Rilis ID
Kadis Pariwisata Lampung Bobby Irawan menjelaskan penyebab wisata Lampung kalah bersaing dengan daerah lain. Foto : Tampan/RIlis.id
Rilis ID
Kadis Pariwisata Lampung Bobby Irawan menjelaskan penyebab wisata Lampung kalah bersaing dengan daerah lain. Foto : Tampan/RIlis.id

RILISID, Bandarlampung — Sektor pariwisata di Lampung masih kalah bersaing jika dibandingkan dengan daerah-daerah tujuan wisata lainnya. Seperti Bali, Yogyakarta dan Jawa Barat. Kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara masih didominasi beberapa daerah tersebut.

Padahal jika dibandingkan dengan potensi dan kekayaan wisata, Lampung tidak kalah. Lantas apa penyebabnya? Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Bobby Irawan membeberkan penyebabnya.

Menurutnya, alasan utama wisata Lampung kalah bersaing lantaran pengelolaannya yang belum mantab. Hal itu berkaitan langsung dengan masyarakat penggiat wisata dan warga sekitar.

“Mengapa Lampung kaya destinasi tapi tidak semaju Bali, Yogya atau Bandung? Kelemahan kita dari daerah lain adalah pengelolaan. Lampung banyak destinasi tapi pengelolaannya belum optimal,” kata Bobby dalam seminar “Optimalisasi Pariwisata Lampung Melalui media Sosial” di Novotel Lampung, Kamis (25/5/2025).

Menurutnya, kesadaran wisata di Lampung masih rendah. Terutama dalam hal keramahtamahan, cara memperlakukan tamu, dan juga minimnya sinergi sesama warga.

“Jadi kita harus akui warga kita tertinggal dalam hal kesadaran wisata dibanding daerah lain. Padahal ini yang sangat menentukan. Maka pondasinya itu yang harus kita kuatkan dulu bagaimana menata masyarakat,” kata dia.

Ditanya terkait banyaknya jalan di Lampung yang rusak parah, menurut Bobby memang ada pengaruhnya terhadap wisatawan. Tapi hal ini bisa dibenahi secara paralel (bersamaan) dengan pengelolaan wisata.

“Faktanya kan tidak semua jalan di Lampung rusak, ada sekitar 76 persen jalan Lampung mantab. Jadi kalau ditanya mana yang duluan dibenahi, jalan atau pengelolaan? Itu bisa dilakukan beriringan,” kata dia.

“Kalau keduanya sudah bagus, baru kita bicara promosi. Itu penting karena promosi harus mengedepankan kejujuran agar pendatang tidak merasa dibohongi,” tambahnya.

Ia mengingatkan agar promosi harus sesuai dengan kondisi wisata yang ada. Karena jika wisatawan sekali dikecewakan, maka sampai seterusnya tidak akan mau datang lagi.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

objek wisata Lampung

Bobby Irawan

Kadis Pariwisata Lampung

daerah tertinggal

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya