Pekan Depan, Pemkab Tubaba Gelar Sarasehan Megalithic Millennium Art

Joni Efriadi

Joni Efriadi

Tulangbawang Barat

15 Januari 2020 00:58 WIB
Humaniora | Rilis ID
FOTO: IST
Rilis ID
FOTO: IST

Ketua panitia Semi Ikra Anggara mengatakan acara tersebut digagas oleh almarhum Suprapto Suryodarmo dan Bupati Tubaba Umar Ahmad.

Suprapto Suryodarmo adalah seniman yang dikenal luas melalui sebuah metode performance bernama Joget Amerta.

Sebagai metode olah gerak, Joget Amerta menekankan pada pencarian ke dalam (inner), dari kedalaman diri lalu membangun kesadaran akan hubungan dengan lingkungan, manusia dan Tuhan.

"Joget Amerta bukanlah tari dalam pengertian teknis, memiliki teknik-teknik gerak yang baku, tapi seperti apa yang dikatakan oleh maestro Sardono W Kusumo apa yang dilakukan Suparpto Suryodarmo justru menjadi lebih penting karena dia mampu menciptakan atmosfer tari. Sebagian orang menyebut Joget Amerta sebagai meditasi gerak,” kata Semi, Selasa (14/1/2020).

Sedangkan Umar Ahmad, lanjutnya, memiliki visi menjadikan Tubaba sebagai satu wilayah yang memiliki atmosfer kebudayaan sekaligus wilayah yang memiliki wawasan ekologis.

"(Umar Ahmad) Dia percaya bahwa melalui pendidikan kesenian dan lingkungan manusia bisa berubah menjadi lebih baik, menjadi lebih beradab. Dalam lima tahun terakhir anak-anak di Tubaba bisa berlatih kesenian seperti teater, sastra, seni rupa, musik, film, fotografi dan tari," ujarnya.

Juga berlatih pendidikan ekologi untuk membangun kesadaran dalam praksis sehari-hari.

"Menumbuhkan kesadaran seperti tidak membuang sampah sembarangan, pengurangan sampah plastik, menanam pohon hingga pengetahuan pertanian permakultur," tandasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya