Pekan Depan, Pemkab Tubaba Gelar Sarasehan Megalithic Millennium Art

Joni Efriadi

Joni Efriadi

Tulangbawang Barat

15 Januari 2020 00:58 WIB
Humaniora | Rilis ID
FOTO: IST
Rilis ID
FOTO: IST

RILISID, Tulangbawang Barat — Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Pemkab Tubaba) akan menggelar sarasehan Megalithic Millennium Art pada 22-26 Januari mendatang.

Kegiatan yang akan dibuka Mendikbud Nadiem Makarim itu ditaja di sejumlah venue. Di antaranya Kota Budaya Ulluan Nughik, Sessat Agung, Las Sengok (Tiyuh Karta) dan Situs Patung Megouw Pak.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid bakal menjadi pembicara dalam sarasehan bertajuk “Membangun Manusia Lewat Jalan Kebudayaan”.

Sejumlah penyaji juga dikabarkan akan hadir. Di antaranya Andy Burnham (arkeolog, pendiri dan editor web Megalithic Portal, Inggris), Alex Gebe (seniman, anggota Teater Kober, Lampung), Ari Rudenko (seniman lintas disiplin  dari Amerika Serikat), Anna Thu Schmidt (penari asal Jerman yang menyelesaikan studi masternya di Throndeim, Norwegia).

Kemudian Agus Sangishu (Rumah Tari Sangishu, Lampung), dan Bettina Mainz  (penari, guru dan terapis trauma berbasis di Berlin, Jerman) yang akan pentas kolaborasi bersama suaminya, Rodolfo Mertig (fisikawan) dan putranya, Sebastian Mainz-Mertig.

Juga akan hadir Daniel Oscar Baskoro (periset asal Yogyakarta yang berbasis di Univesitas Columbia, New York, Amerika Serikat), Dian Anggraini (penari dan dosen asal Lampung), Diantori Dihan (koreografer, pimpinan Gar Dancestory, Lampung), Edhyitia Rio (komposer, anggota Orkes Ba’da Isya, Lampung), Frances Rosario (seniman, Amerika Serikat), Prof. Haris Sukendar (mantan kepala Badan Arkeologi Nasional), Diane Butler (seniman gerak, pimpinan Dharma Nature Time, Bali), Halilintar Latief (antroplog, Universitas Negeri Makassar), Keith Miller (Inspektorat Monumen Kuno  untuk English Heritage, Inggris), Katsura Kan (seniman Butoh asal Jepang).

Margit Galanter (Penyair Tari dan Instigator Kebudayaan, Amerika Serikat), Mara Poliak (perfomer, Amerika Serikat), Moris Shakaia (Performer, Russia), Peter Chin (Performer, Kanada), Rianto (penari asal Solo berbasis di Jepang), Sandrayati Fay (komposer dan penyanyi asal Ubud, Bali), Transpiosa Riomandha (antropolog, Yogyakarta) dan Mariana Isa (arsitektur dan peneliti, Malaysia).

Pelajar Tubaba terpilih juga akan menjadi pembicara dalam acara sarasehan bertajuk “Tubaba 100 Tahun Kemudian”.

Sementara 70 siswa-siswi Sekolah Seni Tubaba akan membawakan Tari Nenemo pada acara pembukaan. Dilanjutkan pementasan musik Q-Thik, tari Sigeh Pengunten dan Seni Kulintang.

Selain itu, penanaman bibit pohon bersama, pelepasan ikan, pelepasan kerbau dan peletakan batu di Las Sengok, sebuah wilayah yang rencananya dikembangkan menjadi hutan lindung Q-Forest di Tiyuh Karta.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya